PBL: Kerja Nyata Mahasiswa Bersihkan Narkoba di Desa

Pembekalan PBL mahasiwa FKM USU hari pertama, 6 September 2016 di Pendopo kampus FKM USU. (Dokumen ibu Lita Andayani)

Pembekalan PBL mahasiwa FKM USU hari pertama, 6 September 2016 di Pendopo kampus FKM USU. (Dokumen ibu Lita Andayani)

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU mengundang BNN Kab. Serdang Bedagai untuk memberikan materi sosialisasi bahaya Narkoba kepada para mahasiswa-mahasiswi semester 6 yang akan melakukan KKN Tematik yang dikenal dengan istilah Pengalaman Belajar Lapangan (PBL). Para peserta PBL ini nantinya akan ditugaskan di beberapa kecamatan di Serdang Bedagai antara lain Perbaungan, Pegajahan, Pantai Cermin dan Tanjung Beringin.

Saya bersama dr Suku Ginting mendapat tugas dari kantor untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Saat pelaksanaan kegiatan pada 6 Agustus lalu, kami pun berbagi tugas dalam menyampaikan materi sosialisasi. Dr Suku menyampaikan materi tentang dampak narkoba terhadap kesehatan sedangkan saya menyampaikan aspek hukum dan pemetaan kawasan rawan Narkoba di Kabupaten Serdang Bedagai.

Pemetaan itu penting agar nantinya para peserta PBL ini bisa lebih menguasai lapangan. Di beberapa wilayah seperti di Tanjung Beringin dan Perbaungan memang peredaran gelap Narkoba sudah sangat meresahkan masyarakat. Selain itu materi sosialisasi yang kami sampaikan nantinya juga bisa menjadi bekal untuk dibagikan kepada masyarakat setempat.mahasiswa2

Saya melihat program dan persiapan yang dilakukan oleh FKM USU ini sangat baik. Menurut penuturan ibu Lita Andayani, dosen pembimbing para peserta PBL ini dalam audiensi dengan Bupati Serdang Bedagai beberapa waktu lalu, pihaknya banyak mendapat masukan program terkait dengan keberadaan daerah rawan Narkoba di Sergai. Bupati menekankan agar peserta PBL ikut ambil bagian dalam membantu masyarakat memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba terutama di Kecamatan Tanjung Beringin.

Kehadiran para peserta PBL selama beberapa minggu di Serdang Bedagai diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat terutama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kami dari BNN tentu saja menyambut baik program seperti itu karena tugas-tugas kami dibantu oleh orang intelektual yang punya ide-ide segar. Ada beberapa hal yang nantinya bisa dilakukan oleh adik-adik mahasiswa yang akan bertugas di daerah dalam rangka PBL.

Pertama, komunikasi, informasi edukasi (KIE) tentang bahaya Narkoba kepada para pelajar baik tingkat SD, SMP, maupun SMA. Para pelajar ini paling rentan menjadi korban penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ketidaktahuan akibat kerterbatasan informasi membuat mereka mudah tergoda rayuan para penjahat Narkoba.mahasiswa3

Kedua, sosialisasi tentang pentingnya rehabilitasi bagi masyarakat yang sudah terlanjur menjadi penyalahguna narkotika. Hal ini penting dilakukan karena bagi sebagian warga, rehabilitasi tak ubahnya seperti penjara yang sangat menyeramkan. Belum lagi ada beberapa orang tua yang sengaja menyembunyikan anaknya karena takut diketahui oleh tetangga atau dianggap sebagai aib keluarga.

Ketiga kampanye anti narkoba melalui berbagai medium seperti brosur, leaflet maupun spanduk di desa. Gerakan-gerakan seperti ini perlu digalakkan sebagai isyarat bahwa masyarakat tidak diam melihat maraknya peredaran Narkoba di kampung mereka.

Keempat, menginisiasi pembentukan penggiat anti narkoba yang melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda. Keberadaan penggiat anti narkoba ini nantinya bisa menjadi sebuah kekuatan bagi masyarakat karena melibatkan semua elemen. Jika para penggiat ini nantinya solid, maka ruang gerak pengedar dan bandar akan semakin sempit.

mahasiswa1Namun hal ini bukannya tanpa tantangan. Di beberapa desa yang diidentifikasi sebagai kampung narkoba pasti akan timbul perlawanan terutama dari orang-orang yang selama ini mendapat keuntungan dari peredaran gelap narkotika di wilayahnya. Mereka tidak akan tinggal diam dan berupaya memprovokasi warga.

Tapi tak perlu khawatir karena mereka hanya segelintir. Pihak-pihak yang peduli dan anti Narkoba jauh lebih banyak. Kuncinya adalah sinergi dan kerja sama. Bersama kita bisa, itu jargon yang dipopulerkan rezim SBY yang masih relevan hingga kini.

Kegiatan seperti ini tentunya akan memberi nuansa yang berbeda bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang biasanya berjibaku dengan agenda akademis. Terjun langsung ke masyarakat dan mencoba memahami lebih dekat serta membantu mereka dalam pemecahan masalah bisa menjadi pengalaman yang mengasyikkan. Menurut ibu Lita, amal seperti itu pahalanya luar biasa…..

| Esdras Idi Alfero Ginting S.Sos | @esdrasidialfero | esdras.idialfero@gmail.com |

Advertisements

Pola Asuh Anak dan Kaitannya dengan Narkoba

3Selain menyosialisasikan informasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui tatap muka, kami di BNN juga aktif memanfaatkan media massa. Salah satunya adalah melalui kegiatan talk show di radio.

Sosialisasi melalui medium radio memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan tatap muka secara langsung.  Ketenangan dalam berbicara menjadi poin yang penting. Jika si narasumber gugup, akan sangat terasa dari tekanan suaranya yang gemetar atau bahkan lafal tidak begitu jelas.

4Narasumber dituntut untuk benar-benar menguasai materi tanpa cacat karena tidak mungkin berhenti bicara tiba-tiba di tengah talkshow sambil mikir sebentar. Bahaya besar mengintai jika mendadak lupa materi. Bisa speechless jadinya.

Saya kebetulan mendapat giliran membahas materi tentang Upaya Pencegahan Narkoba di Lingkungan Keluarga. Materi yang saya sampaikan sederhana saja yaitu mengenai hubungan pola asuh dengan potensi penyalahgunaan narkoba pada anak.

Seperti kita ketahui keluarga merupakan bagian terpenting dalam upaya pencegahan Narkoba. Pola asuh orang tua sangat berpengaruh dalam menempa mentalitas yang akan terbawa dalam kesehariannya.

Pola asuh otoriter akan membuat anak menjadi tidak percaya diri. Adapun pola asuh permisif akan membuat si anak manja secara berlebihan. Sebaliknya pola asuh demokratis akan membuat si anak kreatif.

5Dari ketiga pola asuh tersebut terlihat bahwa pola asuh otoriter dan permisif berpotensi membentuk watak si anak kelak menjadi penyalahguna Narkoba. Anak yang terlalu dididik secara keras kemungkinan tidak akan betah di rumah dan mencari pelampiasan dan kesenangan di luar sana. Adapun anak yang terlalu manja cenderung sangat ketergantungan dengan orang-orang dekatnya. Kedua hal itulah sering menjadi jalan masuk seorang anak berkenalan dengan Narkoba.

Jadi, yuk bapak-ibu mari kita terapkan pola asuh yang tepat kepada anak-anak kita sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang kreatif, cerdas dan berani mengatakan tidak pada Narkoba. 6

| Esdras Idi Alfero Ginting S.Sos | @esdrasidialfero | esdras.idialfero@gmail.com |

 

Download Mars Bersama BNN

Kalau untuk video Mars Bersama BNN ini  tidak terlalu sulit untuk mencarinya. Beberapa variannya bisa ditemukan di portal penyedia video Youtube. Silahkan download dari link Youtube yang ada di bawah ini

Namun untuk partitur/notasi lengkapnya agak sulit mencarinya. Bisa dikatakan partitur Mars Bersama BNN sudah jadi barang langka. Bagi kamu yang penasaran ingin tahu partitur lengkap Mars Bersama BNN bisa diunduh di sini –> Notasi Mars BNN

Narkoba Mesin Pembunuh Generasi

campaign

Negara kita sudah Darurat Narkoba. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), Setiap hari 30-50 orang meninggal dunia karena penyalahgunaan Narkoba baik secara langsung maupun tidak langsung.

Narkoba ada dimana-mana, bahkan di sekitar kita. Tak perlu menunggu ada jatuh korban dari orang-orang yang kita kasihi terlebih dahulu baru kita menunjukkan kepedulian.

Silahkan share slogan-slogan anti narkoba sebagai langkah kecil yang berdampak besar dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba.

Download UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Undang-Undang tentang Narkotika bertujuan:

a. menjamin ketersediaan Narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan           dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
b. mencegah, melindungi, dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan Narkotika;
c. memberantas peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika; dan
d. menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi Penyalah Guna dan pecandu Narkotika.

Selengkapnya silahkan klik di sini –> UU no 35 thn 2009