Berawal dari Sekadar Iseng & Ingin Coba-coba……

Para penyalahguna Narkoba yang terjaring dalam razia digelar BNN Serdang Bedagai pada Kamis (24/9/2015) lalu.

Para penyalahguna Narkoba yang terjaring dalam razia digelar BNN Serdang Bedagai pada Kamis (24/9/2015) lalu.

Wajahnya muram, tertunduk lesu dan tatapannya seolah kosong. Dia terduduk di atas sebuah sofa dalam ruangan berkururan tiga kali tiga meter. Bersama dia duduk pula seorang lelaki dan empat orang wanita muda.

Tak ada lagi jalan untuk berkelit, hasil tes urine tak bisa dibohongi. Sampel urine yang dimasukkan ke test pack menunjukkan dia positif menyalahgunakan Narkoba. Dari lima indikator jenis Narkoba yang bisa dibaca oleh alat tes tersebut, dia positif menggunakan methamphetamine atau yang lebih akrab dengan istilah sabu-sabu.

“Lima hari lalu saya terakhir memakai sabu bersama teman-teman,” ujarnya.

Sebut saja namanya Wahyu, umurnya belum genap 20 tahun. Kamis (24/9/2015) lalu dia terjaring dalam razia Narkoba yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab. Serdang Bedagai di sebuah karaoke di Kota Perbaungan. Dia diciduk bersama tiga laki-laki dan empat perempuan yang masing-masing adalah pengunjung dan pemandu karaoke bertepatan dengan malam Takbiran menjelang hari raya Idul Adha 1436 H.

Wahyu sebenarnya warga Pekanbaru, Riau. Tawaran pekerjaan sebagai tukang pangkas menuntunnya untuk pergi merantau ke Perbaungan. Belum genap setahun dia bekerja di kota sarang burung walet itu.

Perkenalannya dengan barang haram tersebut berawal saat Lebaran lalu ia ikutan nongkrong dengan teman-temannya pengusaha barber shop. Saat itulah untuk pertama kali dia berkenalan dengan benda kristal berwarna putih tersebut. Sakedar iseng coba-coba dan penasaran menjadi alasan utamanya untuk mencicipi barang yang dalam UU 35 Tahun 2009 dimasukkan dalam Narkotika golongan I tersebut.

Dari sekadar iseng coba-coba itulah dia mulai ketagihan. Jika awalnya dia diberi secara gratisan, belakangan dia sudah harus membeli. Pendapatannya sebagai tukang pangkas lebih banyak habis untuk belanja Narkoba bersama teman-temannya.

Efek adiksi membuatnya semakin terpuruk. Nyaris setiap malam Minggu kegiatan ngumpul dengan teman-teman diisi dengan acara pesta sabu. Wahyu mengaku sebenarnya dirinya ingin bertobat dan lepas dari jerat barang haram tersebut, tetapi tak bisa.

Selain karena sudah kecanduan, laki-laki yang tak sempat lulus SMA ini  juga merasa sungkan menolak tawaran kawan-kawannya. Dia akhirnya menjadi pecandu yang menjalani hidup dalam kondisi yang terpuruk. Usianya yang sebenarnya masih sangat produktif dan harusnya diisi untuk menggapai cita-cita jadi berantakan tak karuan.

Razia yang dilakukan oleh BNN terhadapnya seharusnya bisa menjadi jalan keluar baginya untuk lepas dari jeratan Narkoba. “Saya benar-benar ingin bertobat dan bisa direhabilitasi,” ujarnya.

Advertisements